Masih banyak orang yang mengalami kekurangan dan membutuhkan campurtangan kita. Mereka semua bergantung pada campur tangan pemerintah, entah dari pusat atau daerah. Meskipun ada dinas sosial, lembaga zakat sampai kabupaten, nyatanya masih juga butuh bantuan dan uluran tangan dari anggota masyarakat lain

“Masyarakat sebenarnya ingin kerja sama untuk membantu pemerintah, terlebih untuk menurunkan angka kemiskinan. Dengan cara ini, setidaknya bisa membantu masyarakat. Kalau tidak ada campur tangan unit, susah ada program yang bisa tepat sasaran,”

Camat Banyuwangi, Yusdi Irawan.

Perlu diketahui, tingkat kabupaten juga sudah mempunyai Tim Koordinasi dalam menanggulangi kemiskinan untuk mengurangi kemiskinan. Oleh Sebab itu, guna memperlancar program tersebut, penguatan harus dari bawah atau dari desa dan kelurahan. Melalui Program GESAHGerakan Sadar Zakar Infaq lan Sodakoh yang didirikan bersama POKJA GAKIN (Kelompok Kerja Gardu Miskin, unit-unit menerima dan menyalurkan dana dari masyarakat kepada pihak yang membutuhkan.

“Kita punya cara model dual-strategi. Yang pertama membangun lapangan kerja. Jadi semua berpenghasilan untuk mengurangi kemiskinan. Yang kedua, untuk mencegah kita memberi peran Muzakki atau wajib zakat untuk menyalurkan kepada Mustahik yang membutuhkan,” ungkap Yusdi.

Sementara itu, Lurah Tamanbaru, Abdur Rachman mengatakan bahwa dari kerja keras tersebut, hasilnya cukup mengejutkan. Jumlah Zakat yang disalurkan dari awal hanya 600 ribuan meningkat hingga 2 juta 500 ribu rupiah perbulan

“Alhamdulillah, setiap hari ada masyarakat yang membutuhkan. Bisa membantu dan bisa mencukupi kebutuhan seperti modal jualan, berobat, sampai transport sekolah serta jaminan beasiswa yang tidak mampu,” ucap Gusdur.