Skip to Content

About: farizkurnia

Recent Posts by farizkurnia

Atta Aurel Punya Momongan Baru

Hallo GNERS!

Kabar bahagia tengah menyelimuti pasangan artis, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Pasangan yang menikah pada 3 April 2021 itu baru saja dikaruniai anak pertama. Aurel Hermansyah melahirkan anak pertamanya di RSU Bunda Menteng, Jakarta Pusat. Buah hati Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah lahir di tanggal cantik yakni Selasa (22/2/2022). Wah Selamat yaa Aurelie dan Atta ✨

Lewat Si Mamat, Pelayanan di Kecamatan Banyuwangi Makin Mudah

Masyarakat di Kecamatan Banyuwangi sedikit lega, pasalnya telah hadir pelayanan online di Kecamatan Banyuwangi yang outputnya langsung diantarkan kepada masyarakat. Undang-undang Republik Indonesia no. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik mengamanatkan agar semua penyelenggara pelayanan publik dapat menyediakan pelayanan yang berkualitas bagi pengguna layanan atau yang disebut dengan pelayanan prima.

Pelayanan prima memberikan jaminan atas terpenuhinya kepuasan dan kebutuhan masyarakat sebagai pengguna layanan. Pelayanan prima harus dimiliki oleh semua instani pemerintah, mulai dari Kementerian/lembaga Provinsi hingga Kabupaten/Kota. Salah satu bukti terjadinya peningkatan kualitas pelayanan publik ditandai dengan semaikin baiknya persepsi masyarakat atas penyelenggaraan pelayanan publik.

Seiring dengan terus berbenahnya Pemerintah Banyuwangi demi kemajuan Banyuwangi, Kecamatan Banyuwangi menciptakan inovasi baru yang terus dikembangkan yakni Jagoan Si Mamat untuk menjawab masalah birokraasi yang sering dipandang lambat, berbelit-belit, tidak inovatif, tidak peka, inkonsisten, malas, feodal, dan lain sebagainya

Bentuk Inovasi ini berupa Pelayanan kepada masyarakat dengan mengantarkan langsung output atau keluaran baik dokumen dan yang sejenis kepada masyarakat selaku penerima layanan tanpa ada pungutan apapun. Pelayanan ini dilatar belakangi oleh keterbatasan mobilitas, serta kerumunan dan antrian warga yang hendak medapatkan pelayanan di Kantor Kelurahan atau Kecamatan untuk meluasya penyebaran COVID di masa pandemi lalu. Inovasi Jagoan Si Mamat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan yang akan menumbuhkan kedekatan antara aparatur kelurahan atau kecamatan dengan warga sehingga terjalin hubungan sosial yang harmonis.

Disamping itu, Inovasi ini juga memberikan kemudahan untuk kelurahan dan kecamatan untuk mengetahui status sosial warga. Dengan lebih dekat, masyarakat juga lebih cepat memberikan informasi apabila ada keluhan atau pengaduan, sehingga kendala yang terjadi bisa segera diselesaikan bahkan oleh kelurahan sekalipun. Cukup dengan mengirimkan foto berkas pendukung melalui Grup Whatsapp atau Nomor Call Center Kecamatan Banyuwangi dan kelurahan, serta layanan website, masyarakat tidak perlu lagi datang ke Kantor, dan hanya menunggu dari rumah saja.

Perangkat RT dan RW juga akan diberdayakan untuk mengusung keberlancaran Inovasi ini. Dengan demikian, pelayanan yang bersifat terbuka akan tumbuh, serta kepercayaan masyarakat akan kualitas pelayanan juga meningkat.

Nigeria Punya Cara Unik Perangi Corona dengan Musik dan Tarian

Jakarta – Nigeria adalah salah satu negara yang ikut terjangkit virus Corona. Petugas medis di negara tersebut pun terus berjuang demi kesembuhan para pasien akibat COVID-19.

Beberapa musisi profesional hingga seniman gereja diminta untuk memainkan alat musik, seperti terompet dan saksofon di tenda isolasi di Lagos, Nigeria. Musik tersebut kemudian dinikmati oleh petugas medis dan pasien.

Dilansir dari Reuters, Nigeria menggunakan cara tersebut demi membakar semangat di tengah pandemi.

“Tujuannya adalah untuk mengangkat roh-untuk memberikan penyembuhan spiritual. Itu sangat tercapai,” kata Abolaji Banjoko, salah satu musisi yang ambil bagian.


Kegiatan itu rencananya akan dirutinkan. Nigeria menyebutnya sebagai konser mingguan yang juga didukung oleh para petugas medis.

“Jika kami memiliki sesuatu yang dapat merangsang orang melawan, yang Anda tidak dapat menghitung dalam jumlah pil atau apa pun yang Anda berikan… kami harus mendorongnya,” kata Abosede, salah satu dokter di Nigeria.

Cerita Wanita Raup Uang dari Kuku Kaki Panjang Meski Tak Bisa Pakai Sepatu

Jakarta– Arinda Storm Weaver sangat jarang memotong kuku kakinya sehingga menyebabkan kuku kakinya sangat panjang. Meskipun mengaku tak bisa memakai sepatu yang tertutup atau berlari, ia bisa meraup banyak uang dari kuku kakinya yang panjang.

Bentuk kuku kaki tak biasa yang dimiliki oleh wanita yang tinggal di Colombus, Ohio ini memang mengejutkan banyak orang. Tapi, tak sedikit yang benar-benar menikmati melihat kuku kaki Arinda yang panjang dan bahkan akan membayarnya untuk video kakinya.

Seperti dilansir Mirror, Arinda bisa menghasilkan £ 11,50 atau Rp 210 ribu untuk setiap klip berdurasi 10 menit yang memperlihatkan kuku kakinya. Ia pun berbagi foto tangan dan kakinya di media sosial.

Rumah Genteng Bekas, Unik dan Menarik

KOMPAS.com – Apa ciri khas rumah Anda? Sering kali kekhasan fasad rumah menjadi daya tarik serta petunjuk untuk memudahkan menemukan sebuah rumah. Semakin unik dan menarik fasad rumah, tentunya akan semakin mudah diingat dan ditemukan. 

Seperti sebuah arsitektur rumah minimalis di Kota Bekasi yang memiliki fasad unik. SASO Architecture Studio menggunakan material genteng sebagai dekorasi pada lapisan kedua dinding bangunan. Istimewanya, gentengnya merupakan material daur ulang. Tak hanya sebagai dekorasi, rupanya pemakaian material genteng ini juga memiliki fungsi penting pada interior hunian.

Rumah Genteng menonjolkan gaya minimalis semenjak tampilan luar, karya SASO.(Architecture Studio//arsitag.com) Dulunya, pernah berdiri sebuah rumah tua di lahan rumah minimalis ini. Rumah tua tersebut tak terawat dengan material-material yang sudah rusak. Renovasi ringan tak cukup mengembalikan kondisi rumah tua. Pemugaran pun tak terelakkan lagi. Namun demikian, SASO Architecture Studio berusaha sedapat mungkin mengurangi jumlah limbah dari pemugaran rumah tua dengan memanfaatkan kembali material bekas yang ada. Salah satunya, material genteng.

Berlayar 2 Tahun, Pasangan Ini Tak Tahu Ada Ancaman Corona di Daratan

Merdeka.com – Covid-19 atau virus corona masih menjadi pandemi di berbagai negara. Sampai saat ini, segala upaya masih coba dikerahkan untuk mengatasi persebarannya. Sebagian negara sudah mulai pulih dari kondisinya, sebagian lagi justru baru mengalami masa awal infeksi.

Meski di media banjir informasi mengenai Covid-19, pasangan ini justru tidak mengetahui sama sekali adanya infeksi virus ini. Pasangan ini adalah Elena Manighetti dan Ryan Osborne. Mereka tidak mengetahui adanya virus corona lantaran tengah berlayar di laut.

Dilansir dari Liputan6.com, mereka diketahui sedang melakukan perjalanan melintasi Samudra Atlantik sejak 2017. Selama berlibur itu keluarga dan teman mereka tak membagikan kabar soal Covid-19.

Alasan mereka tak mengetahui kabar soal corona ini tentu menimbulkan pertanyaan. Bagaimana bisa di tengah banjir informasi seperti ini mereka tidak mengetahuinya.

Namun ternyata terkuat alasan dibalik hal tersebut. Sebelum berangkat, pasangan ini memang mengatakan tidak ingin diganggu selama berlibur. Akhirnya, baik pihak keluarga maupun teman tak ada yang memberitahu mereka.

Polisi India Pakai Kostum Zombi Berbentuk Virus Corona untuk Menakuti Warga di Jalan

Merdeka.com – Pihak berwenang di New Delhi, India, memakai kostum zombi berbentuk virus corona untuk menakut-nakuti orang agar tidak keluyuran.

Mengenakan helm berbentuk virus corona dengan duri-duri berwarna merah, sarung tangan, dan hazmat, polisi India berjalan seperti zombi di jalan-jalan.

Dilansir dari The Independent, Rabu (29/4), Wakil Komisioner Polisi di Dwarka, RP Meena mengatakan:

“Ketika para sukarelawan ini berada di jalan-jalan dan menilang warga dan memberikan mereka pemahaman, ini akan meninggalkan dampak visual di ingatan warga. Ini membuat orang-orang mengerti betapa bahayanya virus ini.”

Aksi ini juga memotivasi orang untuk melakukan tindakan pencegahan agar tidak terinfeksi virus.

Ini bukan pertama kalinya pihak berwenang di India menjadi berita utama terkait cara mereka menangani pandemi.

Awal bulan ini, para pejabat di negara bagian Uttar Pradesh dikecam karena menyemprot orang yang mencoba memasuki kota dengan cairan disinfektan.

Video menunjukkan para pejabat yang mengenakan APD menyemprot sekelompok orang yang berjongkok dengan larutan natrium hipoklorit – bahan utama cairan pemutih pakaian.

Mereka kemudian berbalik untuk memastikan telah menyemprot dua sisi badan sekelompok warga ini.

Sebanyak hampir 30.000 kasus Covid-19 terkonfirmasi di India dan 937 kasus kematian.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengumumkan lockdown ketat secara nasional pada 29 Maret.

Akibatnya, jutaan orang berbondong-bondong pulang kampung dari kota besar ke kota asal mereka, setelah kekurangan makanan dan kehilangan pekerjaan. [pan]

Coffin Dance Fenomenal, Ternyata Ini Sosok di Balik Grup Pemanggul Jenazah Tersebut

Merdeka.com – Beberapa waktu belakangan, meme dancing pallbearers atau coffin dancers tengah fenomenal di berbagai jejaring sosial. Keunikan ritual dan tarian para pria berjas dari Afrika ini sukses menarik perhatian para pengguna internet di berbagai belahan dunia. Satu hal yang jadi pertanyaan, siapa mereka?

Layanan dari Rumah Duka Pimpinan Benjamin Aidoo

benjamin aidoo dan para pemanggul peti jenazah pimpinannya

©Instagram.com/benjaminaidoo

Rupanya tarian peti jenazah di video yang viral di Tik Tok dan Twiter itu dilakukan oleh pemanggul peti jenazah bayaran yang dipimpin Benjamin Aidoo.

Dilansir BBC, Aidoo menjadi direktur rumah duka Ebony Funeral Home di Ghana sejak tahun 2003. Beberapa tahun terakhir, dia mulai menawarkan tambahan koreografi untuk upacara penguburan jenazah.

Koreografi Sesuai Permintaan Klien

benjamin aidoo dan para pemanggul peti jenazah pimpinannya

©Instagram.com/benjaminaidoo

“Saya memutuskan untuk menambahkan koreografi [pada ritual pemakaman], jadi jika klien mendatangi kami, kami bertanya kepada mereka, ‘Anda ingin yang serius atau yang sedikit heboh? Atau barangkali Anda mau yang pakai koreografi?’,” katanya dalam wawancara.

“Kalau mereka meminta, kami kerjakan.”

Tak Menduga Jadi Fenomenal

benjamin aidoo dan para pemanggul peti jenazah pimpinannya

©Instagram.com/benjaminaidoo

Ritual pemakaman dengan tarian memanggul peti jenazah ini bisa terwujud karena beberapa orang menginginkan upacara pemakaman yang riang untuk mengantar kepergian anggota keluarga mereka. Aidoo tak menduga kalau pekerjaan yang dia lakukan bersama anak buahnya bisa menjadi fenomena sedemikian besar.

“Saya sangat terkejut dan senang,” katanya dalam wawancara dengan JOE (20/4/2020). “Saat ini setiap negara sedang ditutup dan menjalankan lockdown, Anda menganggur di kamar… Dan saya senang orang-orang memanfaatkan pertunjukan saya, penampilan saya untuk menghibur diri.”

4 dari 4 halaman

Bakal Menyapa Para Penggemar setelah Karantina Berakhir

benjamin aidoo dan para pemanggul peti jenazah pimpinannya

©Instagram.com/benjaminaidoo

Walaupun tak menduga tarian para pemanggul peti jenazahnya bakal sepopuler itu, Aidoo juga merasa senang. Dia bahkan cukup bangga karena tiba-tiba punya banyak penggemar.

“Para penggemar saya ingin bertemu, jadi setelah karantina berakhir, saya dan tim akan datang dan melakukan pertunjukan untuk mereka.” [tsr]

Ibu Jaman Now Update PKK Pakai HP

Aplikasi digital tidak hanya diperuntukkan untuk anak sekolah atau kaum terpelajar lainnya. Tetapi, orang tua anggota PKK Kelurahan juga bermain handphone untuk memudahkan kegiatan setiap harinya. Aplikasi ini dinamakan SIM-PKK (Sistem Informasi Manajemen Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga)

“Awal dibangun karena ibu-ibu merasa kerepotan mencari data yang bisa dipercaya dan dibutuhkan. Nggak cuma di Kelurahan saja, di Kecamatan juga, kabupaten juga. Makanya kita cari solusi gimana biar cari data mudah,” ujar Lurah Tamanbaru, Abdur Rachman.

Lurah tamanbaru kemudian membicarakan idenya kepada Lembaga Pendidikan STIKOM Banyuwangi untuk diwujudkan

“Saya bicara ke teman teman lurah, siapa bilang setiap inovasi butuh uang untuk mewujudkan? buktinya ibu-ibu PKK ini tanpa uang bisa mewujudkan aplikasi. Ini belum se-Banyuwangi,” ujar pria yang kerap dipanggil Gus Dur itu.

SIM PKK berisi data warga yang ada di kelurahan. Mulai keluarga, tanggal lahir, hobi, sekolah, sampai riwayat penyakit. Semua diberdayakan kepada ibu-ibu dasa wisma untuk input. Mereka tinggal buka laptop dan bisa merubah segala catatan warga sembari beraktifitas setiap harinya.

Camat Banyuwangi, Yusdi Irawan, SE., M.Si. mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat ini segera diterapkan untuk semua kelurahan di Kecamatan Banyuwangi. “Di era digitalisasi seperti ini, semua bisa memanfaatkan teknologi, tidak ada tua muda semua harus bisa. Jadi kita harap dengan begini tidak ada lagi data manual, semua data kecuali yang sifatnya rahasia bisa diakses siapa saja,” pungkas Yusdi.

Malaikat, Masyarakat Lapor Kematian Langsung Dapat Akta

Pernah dengar berita pembagian bantuan tapi penerima sudah meninggal? Ada lagi formulir pemilihan tetap dibagikan kepada masyarakat yang telah meninggal. Atau ternyata bantuan yang digulirkan diterima oleh masyarakat yang sudah cukup atau bisa dibilang kaya. Semua ini terjadi karena data yang disimpan tidak teratur atau sudah usang. Data ini berpotensi mengganggu kebijakan pemerintah, karena ada subsidi atau bantuan yang tidak tepat sasaran

Dari masalah tersebut, warga Kecamatan Banyuwangi punya inovasi yang disingkat MALAIKAT, kependekan dari Masyarakat Lapor Kematian Dapat Akta. Inovasi ini mendukung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mengeluarkan akta kematian lebih segera, serta memperbaharui data kependudukan di Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, mengingat tujuan dan manfaatnya sangat besar bagi ahli waris.

“Untuk keluarga almarhum atau almarhumah, kalau sudah ngurus keperluan apa saja pasti ditanyakan akta, entah kelahiran atau kematian salah satu anggota. Untuk keluarga lain ini juga sangat dibutuhkan seperti data bantuan, pemerintah atau masyarakat lain yang sebenarnya bisa menerima jadi merugi,” ujar Abdur Rochman, Lurah Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi.

Selama ini, masyarakat hanya lapor saja dan menunggu diterbitkannya akta yang kadang lama. Hal ini yang menyebabkan data menjadi rancu karena dari sistem kependudukan pusat lama untuk terhapus.

“Sekarang warga lebih cepat mengabarkan ketika ada tetangga atau keluarga yang meninggal. Ada pengumuman di masjid atau musholla langsung mereja minta fotokopi KTP dan KK, buka hp langsung input. Dari kelurahan kita langsung bantu lanjutkan,” ucap pria yang akrab dipanggil Gus Dur itu.

Selain itu, petugas juga mencari data warga yang sudah meninggal di sistem SIAK lalu dicocokkan ke laporan kematian yang masuk ke sistem. Setelah akta keluar, petugas lalu mendistribusikan Akta dari Mall Pelayanan Publik ke ahli waris.

Sementara itu, Camat Banyuwangi Yusdi Irawan, SE., M.Si., mengatakan bahwa dengan cara ini, data resmi dari pemerintah bisa lebih dipercaya.

“Insya Alloh bisa mengurangi kesalahan di dalam sistem pemerintah, mulai dari daerah sampai pusat untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Yusdi.

 

Recent Comments by farizkurnia

    No comments by farizkurnia

title_goes_here