Skip to Content

Category Archives: NEWS

Ibu Jaman Now Update PKK Pakai HP

Aplikasi digital tidak hanya diperuntukkan untuk anak sekolah atau kaum terpelajar lainnya. Tetapi, orang tua anggota PKK Kelurahan juga bermain handphone untuk memudahkan kegiatan setiap harinya. Aplikasi ini dinamakan SIM-PKK (Sistem Informasi Manajemen Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga)

“Awal dibangun karena ibu-ibu merasa kerepotan mencari data yang bisa dipercaya dan dibutuhkan. Nggak cuma di Kelurahan saja, di Kecamatan juga, kabupaten juga. Makanya kita cari solusi gimana biar cari data mudah,” ujar Lurah Tamanbaru, Abdur Rachman.

Lurah tamanbaru kemudian membicarakan idenya kepada Lembaga Pendidikan STIKOM Banyuwangi untuk diwujudkan

“Saya bicara ke teman teman lurah, siapa bilang setiap inovasi butuh uang untuk mewujudkan? buktinya ibu-ibu PKK ini tanpa uang bisa mewujudkan aplikasi. Ini belum se-Banyuwangi,” ujar pria yang kerap dipanggil Gus Dur itu.

SIM PKK berisi data warga yang ada di kelurahan. Mulai keluarga, tanggal lahir, hobi, sekolah, sampai riwayat penyakit. Semua diberdayakan kepada ibu-ibu dasa wisma untuk input. Mereka tinggal buka laptop dan bisa merubah segala catatan warga sembari beraktifitas setiap harinya.

Camat Banyuwangi, Yusdi Irawan, SE., M.Si. mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat ini segera diterapkan untuk semua kelurahan di Kecamatan Banyuwangi. “Di era digitalisasi seperti ini, semua bisa memanfaatkan teknologi, tidak ada tua muda semua harus bisa. Jadi kita harap dengan begini tidak ada lagi data manual, semua data kecuali yang sifatnya rahasia bisa diakses siapa saja,” pungkas Yusdi.

Malaikat, Masyarakat Lapor Kematian Langsung Dapat Akta

Pernah dengar berita pembagian bantuan tapi penerima sudah meninggal? Ada lagi formulir pemilihan tetap dibagikan kepada masyarakat yang telah meninggal. Atau ternyata bantuan yang digulirkan diterima oleh masyarakat yang sudah cukup atau bisa dibilang kaya. Semua ini terjadi karena data yang disimpan tidak teratur atau sudah usang. Data ini berpotensi mengganggu kebijakan pemerintah, karena ada subsidi atau bantuan yang tidak tepat sasaran

Dari masalah tersebut, warga Kecamatan Banyuwangi punya inovasi yang disingkat MALAIKAT, kependekan dari Masyarakat Lapor Kematian Dapat Akta. Inovasi ini mendukung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mengeluarkan akta kematian lebih segera, serta memperbaharui data kependudukan di Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, mengingat tujuan dan manfaatnya sangat besar bagi ahli waris.

“Untuk keluarga almarhum atau almarhumah, kalau sudah ngurus keperluan apa saja pasti ditanyakan akta, entah kelahiran atau kematian salah satu anggota. Untuk keluarga lain ini juga sangat dibutuhkan seperti data bantuan, pemerintah atau masyarakat lain yang sebenarnya bisa menerima jadi merugi,” ujar Abdur Rochman, Lurah Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi.

Selama ini, masyarakat hanya lapor saja dan menunggu diterbitkannya akta yang kadang lama. Hal ini yang menyebabkan data menjadi rancu karena dari sistem kependudukan pusat lama untuk terhapus.

“Sekarang warga lebih cepat mengabarkan ketika ada tetangga atau keluarga yang meninggal. Ada pengumuman di masjid atau musholla langsung mereja minta fotokopi KTP dan KK, buka hp langsung input. Dari kelurahan kita langsung bantu lanjutkan,” ucap pria yang akrab dipanggil Gus Dur itu.

Selain itu, petugas juga mencari data warga yang sudah meninggal di sistem SIAK lalu dicocokkan ke laporan kematian yang masuk ke sistem. Setelah akta keluar, petugas lalu mendistribusikan Akta dari Mall Pelayanan Publik ke ahli waris.

Sementara itu, Camat Banyuwangi Yusdi Irawan, SE., M.Si., mengatakan bahwa dengan cara ini, data resmi dari pemerintah bisa lebih dipercaya.

“Insya Alloh bisa mengurangi kesalahan di dalam sistem pemerintah, mulai dari daerah sampai pusat untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Yusdi.

Tak Lagi Kumuh, Selokan Di Tamanbaru Jadi Usaha Lele

Bagi sebagian warga yang ada di perkotaan, limbah air sehari-hari bukan perkara mudah untuk mengatasi agar tidak menyebabkan bencana. Kebanyakan limbah dialirkan ke selokan yang ada di depan rumah. Masalah juga muncul bila limbah berhenti dan menimbulkan bau tak sedap.

Karena sedikit sekali tempat yang dipakai untuk mengalirkan dan menampung buangan air atau septic-tank, maka warga di Perumahan Agus Salim Residence (ASR) Tamanbaru Banyuwangi menemukan solusi. Lurah Tamanbaru, Abdur Rachman mengatakan bahwa ada salah seorang warga lantas membentuk tambak kecil untuk memelihara ikan lele

Kegiatan yang diawali di depan rumah salah satu warga tersebut membuahkan hasil. Akhirnya beberapa tetangganya ikut membudidayakan lele di depan rumah. “Jadi bau yang tidak sedap semuanya jadi hilang, apalagi bibit nyamuk, habis semua,” Ujar pria yang akrab dipanggil Gus Dur ini

Warga ASR juga akhirnya memiliki penghasilan tambahan dari hasil panen lele yang berada di tempat yang tadinya kumuh. Komoditi juga dikirim untuk memenuhi permintaan warung dan hotel

Tidak hanya bapak-bapak, para ibu di perumahan ASR juga mendapatkan kegiatan tambahan yakni mengolah hasil panen lele yang tidak terjual menjadi makanan, seperti abon lele dan makanan turunan lain dari bahan dasar lele. Kelurahan Tamanbaru juga mendatangkan ahli masak untuk mengolah lele menjadi makanan lain.

“Tidak hanya diolah penyetan atau digoreng biasa. Kulitnya juga bisa digunakan untuk keripik,” ujar Abdur Rachman

Selain bisa menambah penghasilan warga, budidaya lele di selokan bisa menjadi angan-angan semua orang di luar Kelurahan Tamanbaru. Camat Banyuwangi, Yusdi Irawan mengatakan bahwa banyak orang yang ingin meniru dan mempelajari inovasi di Tamanbaru.

“Bisa jadi jujugan orang yang ingin belajar budidaya lele di tempat yang sempit seperti Kecamatan Banyuwangi,” pungkas Yusdi.

Kecamatan Banyuwangi Optimalkan Zakat Lewat Inovasi GESAH

Masih banyak orang yang mengalami kekurangan dan membutuhkan campurtangan kita. Mereka semua bergantung pada campur tangan pemerintah, entah dari pusat atau daerah. Meskipun ada dinas sosial, lembaga zakat sampai kabupaten, nyatanya masih juga butuh bantuan dan uluran tangan dari anggota masyarakat lain

“Masyarakat sebenarnya ingin kerja sama untuk membantu pemerintah, terlebih untuk menurunkan angka kemiskinan. Dengan cara ini, setidaknya bisa membantu masyarakat. Kalau tidak ada campur tangan unit, susah ada program yang bisa tepat sasaran,”

Camat Banyuwangi, Yusdi Irawan.

Perlu diketahui, tingkat kabupaten juga sudah mempunyai Tim Koordinasi dalam menanggulangi kemiskinan untuk mengurangi kemiskinan. Oleh Sebab itu, guna memperlancar program tersebut, penguatan harus dari bawah atau dari desa dan kelurahan. Melalui Program GESAHGerakan Sadar Zakar Infaq lan Sodakoh yang didirikan bersama POKJA GAKIN (Kelompok Kerja Gardu Miskin, unit-unit menerima dan menyalurkan dana dari masyarakat kepada pihak yang membutuhkan.

“Kita punya cara model dual-strategi. Yang pertama membangun lapangan kerja. Jadi semua berpenghasilan untuk mengurangi kemiskinan. Yang kedua, untuk mencegah kita memberi peran Muzakki atau wajib zakat untuk menyalurkan kepada Mustahik yang membutuhkan,” ungkap Yusdi.

Sementara itu, Lurah Tamanbaru, Abdur Rachman mengatakan bahwa dari kerja keras tersebut, hasilnya cukup mengejutkan. Jumlah Zakat yang disalurkan dari awal hanya 600 ribuan meningkat hingga 2 juta 500 ribu rupiah perbulan

“Alhamdulillah, setiap hari ada masyarakat yang membutuhkan. Bisa membantu dan bisa mencukupi kebutuhan seperti modal jualan, berobat, sampai transport sekolah serta jaminan beasiswa yang tidak mampu,” ucap Gusdur.

MUSIC ALIVE: A LIFE-CHANGING EXPERIENCE

Seitan plaid Wes Anderson pug Blue Bottle Marfa, fashion axe Shoreditch PBR. Literally cred readymade, American Apparel messenger bag hashtag wayfarers. Polaroid Banksy crucifix Tumblr keytar. Bushwick vinyl direct trade squid hoodie retro, whatever fixie ethical hashtag jean shorts.

title_goes_here